Menakar Kesejahteraan WartawanSinopsis : Kata Pengantar
INDUSTRI PERS, termasuk di dalamnya kemerdekaan pers, tidaklah berdiri sendiri dan terlepas dari lingkungannya. Perkembangan suatu industri pers, selalu tergantung kepada perkembangan sosial, ekonomi, dan politik lingkungannya. Sebaliknya, perkembangan pers, tentu saja, juga mempengaruhi perkembangan sosial, ekonomi, dan politik di lingkungan pers itu. Saling ketergantungan ini, bukan saja terhadap jenis dan isi berita pers, tetapi menyangkut pula tingkat kesejahteraan wartawannya. Di negara-negara yang tingkat ekonominya sudah bagus dan kebutuhan terhadap informasi tinggi, maka tingkat kesejahteraan wartawannya pun relatif sudah baik, dilengkapi berbagai penunjangnya seperti asuransi, bonus dan sebagainya. Sebaliknya, di negara berkembang, termasuk di Indonesia, yang ekonominya belum maju dan belum terlalu stabil, dengan masyarakat yang masih bertumpu pada perjuangan memenuhi kebutuhan primer, tingkat kesejahteraan wartawannya juga berada pada posisi yang masih serba kekurangan. Kehadiran buku karya Wina Armada Sukardi ini, melalui penelitiannya di kota-kota pusat pertumbuhan pers Indonesia, mempertegas hal itu.
Dibandingkan dengan tingkat penghasilan profesi lain, profesi wartawan Indonesia dari segi finansial sampai saat ini belum memperlihatkan sebagai profesi yang dapat memberikan kemapanan. Selain penghasilan yang relatif masih rendah, bekerja sebagai wartawan juga rawan menghadapi ketidakpastian status kekaryawanannya. Perusahaan pers yang sering jatuh bangun, kalau tidak mau disebut yang bangkrut, membuat wartawan setiap saat dapat kehilangan pekerjaannya, sekaligus kehilangan penghasilannya.
Keadaan seperti ini, membawa berbagai dampak ke dalam dunia pers Indonesia. Salah satunya, muncul gejala “wartawan” abal-abal, wartawan “amplop” sampai wartawan pemeras. Sebenarnya “wartawan” jenis ini tidak melaksanakan tugas pers, melainkan lebih banyak mencari uang tanpa ada kaitannya dengan pekerjaan pers. Tetapi kehadiran “wartawan” ini telah merusak citra profesi wartawan yang sebenarnya. Dalam spektrum yang lebih luas, hal ini dapat mengganggu pelaksanaan kemerdekaan pers.
Salah satu fungsi Dewan Pers adalah menjaga kemerdekaan pers. Jika kemerdekaan pers berjalan dengan baik, ke depan dapat sangat membantu proses demokrasi. Dalam sebuah negara yang demokratis, ekonomi negara juga dapat tumbuh secara terbuka dan fair. Ini menciptakan peluang keadaan yang kondusif bagi wartawan yang benar-benar profesional. Dalam keadaan demikian, tinggi rendahnya tingkat penghasilan wartawan dalam negara semacam ini kelak ditentukan oleh prestasi atau profesionalitas wartawan sendiri. Wartawan yang berkualitas dan profesional akan diterima oleh pasar secara baik, sehingga memberikan tingkat kesejahteraan yang baik pula. Sebaliknya wartawan yang tidak profesional atau kurang laku hanya akan diberi tingkat kesejahteraan yang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Maka para wartawan akan berlomba-lomba menjadi wartawan yang profesional. Di sinilah kemerdekaan pers akan menciptakan kondisi yang kondusif bagi para wartawan untuk bersaing secara sehat dan profesional, termasuk dalam soal kesejahteraan.
Buku ini merupakan salah satu dari upaya Dewan Pers untuk memperoleh data yang lebih akurat tentang tingkat kesejahteraan para wartawan Indonesia. Penelitian ini menguak bagaimana fakta sebenarnya ikhwal rendahnya kesejahteraan wartawan. Selama ini tingkat gaji wartawan yang rendah masih berupa asumsi-asumsi saja. Tetapi dengan adanya penelitian ini, asumsi itu diubah menjadi fakta yang sulit terbantahkan. Adanya data semacam ini akan mempertajam pisau analisis kita dalam membedah masalah-masalah yang muncul di dunia pers. Ketajaman pembenahan diperlukan untuk menghasilkan alternatif-alternatif pemecahan yang jelas. Untuk itu Dewan Pers mendukung sepenuhnya penerbitan buku semacam ini.
Jakarta, 20 Agustus 2009
Prof. Dr. Ichlasul Amal, MAKetua Dewan Pers
---------------------------------------------
Judul: Menakar Kesejahteraan Wartawan
Penerbit: Dewan Pers, September 2009
Tebal: XVI + 166 halaman; 14,5X21 cm
Pengarang : Wina Armada Sukardi
ISBN : 978-979-17601-9-5